Masih dalam suasana liburan, hari minggu kemarin saya bersama teman-teman alumni SMPN 1 Ciparay lainya berencana akan bermain futsal. Dari rumah sekitar pukul 9 pagi saya bergegas pergi ke Ciparay untuk menghadiri acara tersebut. Tiba di Ciparay sekitar pukul setengah 10, dan langsung saya menuju rumah ryan. Sebelumnya saya SMS dahulu Ryan dimana. Ternyata si ryan itu ada di rumah icha, ya sudah langsung saja pergi kerumah icha.
Dirumah icha pagi itu hanya ada icha dan ryan (yang lainya belum datang). Menungu beberapa lama akhirnya teman-teman yang lain pun datang. Kemudian setelah terkumpul semua akhirnya kami berangkat ke tempat tujuan (tempat bermain futsal-red.). Tempat futsal yang terletak tak jauh dari SMP kami itu pun kami pilih karena keputusan berdasarkan keputusan pertama.
Langsung saja ke arena pertandingan, Wow ternyata saat memulai futsal rasa cape itu langsung terasa (maklum udah lama gak olahraga). Udah gitu rasa cape itu diperparah karena sepanjang pertandingan itu saya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah teman-teman yang konyol.
Dari jam 11 sampai 12 itu pun tak terasa, begitu cepat rasanya mengingat sudah lama kami tak melakukan kegiatan seperti ini. Sesudah futsal saya dan teman-teman sejenak istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi fisik. Di waktu istirahat itu arfi dan ryan saling menagih uang futsal. Ketika itu semua teman-teman saya telah bayar kecuali saya. Saya pun diam dan ternyata teman-teman saya saling menyalahkan karena belum ada yang bayar. Saat itu tak ada satu pun yang menuduh saya, alhasil diam saya itu berhasil. Tapi karena itu saya pun mengaku karena kekurangan uang untuk minum, alhasil yang seharusnya saya bayar 5000 jadi hanya 3000 karena saya diam. HEhehehe.
Setelah kurang lebih satu jam lamanya, persinggahan berikutnya adalah pergi kerumah icha lagi. Disana pertama-tama saya dan teman diminta patungan lagi (duit lagi 2x). Patungan itu untuk membeli kerupuk mentah dan bumbu – bumbunya buat dibikin seblak atau apalah namanya. Alhasil saya keluarkan lagi uang 2000.
Udah beli kerupuknya, langkah selanjutnya adalah memasaknya dan ini adalah bagian saudara Arfi. Sembari menunggu makanan siap sebagian teman saya ada yang maen poker, sebagian lagi mengobrol dan saya sendiri menonton tv.
Butuh waktu tidak lama akhirnya makanan pun siap, Icha kemudian segera mengambil remote TV dari genggaman saya untuk menonton film horror. Ternyata saat intro film, rasa ngantuk dan lapar pun bergejolak. Tanpa komando siapapun akhrinya saya yang duduk di sofa mengambil selimut yang berada didepan saya.
Tidur.. ngok..ngok .. ngok… bangun-bangun sekitar pertengahan film. Saya bangun disebabkan karena teriakan teman-teman saya yang sungguh tak dapat saya tahan. Karena hal itu akhirnya terpaksa saya harus membuka mata. Dari pada melamun gak bener mending nonton aja, dan ternyata filmnya lumayan rame, horror tapi konyol (kelihatan konyol saat endingnya).
Sekitar jam 4 – setengah 5 film itu pun selesai, tak lama sesudah itu teman-teman saya mulai angkat kaki dari rumah icha. Bukannya tak mau langsung, tetapi karena rumah saya tak dekat dari sana. Saya ditemani toni melakukan sholat berjamaah untuk menjalani sholat ashar terlebih dahulu. Baru setelah itu hati pun tenang dan tak lama disana akhirnya saya berpamitan dengan yang punya rumah untuk pulang ke rumah..
Baca Lagi dong
Dirumah icha pagi itu hanya ada icha dan ryan (yang lainya belum datang). Menungu beberapa lama akhirnya teman-teman yang lain pun datang. Kemudian setelah terkumpul semua akhirnya kami berangkat ke tempat tujuan (tempat bermain futsal-red.). Tempat futsal yang terletak tak jauh dari SMP kami itu pun kami pilih karena keputusan berdasarkan keputusan pertama.
Langsung saja ke arena pertandingan, Wow ternyata saat memulai futsal rasa cape itu langsung terasa (maklum udah lama gak olahraga). Udah gitu rasa cape itu diperparah karena sepanjang pertandingan itu saya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah teman-teman yang konyol.
Dari jam 11 sampai 12 itu pun tak terasa, begitu cepat rasanya mengingat sudah lama kami tak melakukan kegiatan seperti ini. Sesudah futsal saya dan teman-teman sejenak istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi fisik. Di waktu istirahat itu arfi dan ryan saling menagih uang futsal. Ketika itu semua teman-teman saya telah bayar kecuali saya. Saya pun diam dan ternyata teman-teman saya saling menyalahkan karena belum ada yang bayar. Saat itu tak ada satu pun yang menuduh saya, alhasil diam saya itu berhasil. Tapi karena itu saya pun mengaku karena kekurangan uang untuk minum, alhasil yang seharusnya saya bayar 5000 jadi hanya 3000 karena saya diam. HEhehehe.
Diam itu Emas !!!
Setelah kurang lebih satu jam lamanya, persinggahan berikutnya adalah pergi kerumah icha lagi. Disana pertama-tama saya dan teman diminta patungan lagi (duit lagi 2x). Patungan itu untuk membeli kerupuk mentah dan bumbu – bumbunya buat dibikin seblak atau apalah namanya. Alhasil saya keluarkan lagi uang 2000.
Udah beli kerupuknya, langkah selanjutnya adalah memasaknya dan ini adalah bagian saudara Arfi. Sembari menunggu makanan siap sebagian teman saya ada yang maen poker, sebagian lagi mengobrol dan saya sendiri menonton tv.
Butuh waktu tidak lama akhirnya makanan pun siap, Icha kemudian segera mengambil remote TV dari genggaman saya untuk menonton film horror. Ternyata saat intro film, rasa ngantuk dan lapar pun bergejolak. Tanpa komando siapapun akhrinya saya yang duduk di sofa mengambil selimut yang berada didepan saya.
Tidur.. ngok..ngok .. ngok… bangun-bangun sekitar pertengahan film. Saya bangun disebabkan karena teriakan teman-teman saya yang sungguh tak dapat saya tahan. Karena hal itu akhirnya terpaksa saya harus membuka mata. Dari pada melamun gak bener mending nonton aja, dan ternyata filmnya lumayan rame, horror tapi konyol (kelihatan konyol saat endingnya).
Sekitar jam 4 – setengah 5 film itu pun selesai, tak lama sesudah itu teman-teman saya mulai angkat kaki dari rumah icha. Bukannya tak mau langsung, tetapi karena rumah saya tak dekat dari sana. Saya ditemani toni melakukan sholat berjamaah untuk menjalani sholat ashar terlebih dahulu. Baru setelah itu hati pun tenang dan tak lama disana akhirnya saya berpamitan dengan yang punya rumah untuk pulang ke rumah..









